Menikmati Sejuknya Ekowisata Mangrove Petengoran 

Ekowisata Mangrove Petengoran merupakan sebuah wisata yang sedang naik daun di Lampung.

Penulis: Elen Oktavia
Editor: taryono2019
tribunlampungtravel.com/Elen Oktavia
Suasana asri di Ekowisata Mangrove Petengoran 

TRIBUNLAMPUNGTRAVEL.COM, PESAWARAN - Ekowisata Mangrove Petengoran merupakan sebuah wisata yang sedang naik daun di Lampung.

Tak heran bila setiap hari wisata ini ramai dikunjungi, terlebih saat sore hari.

Wisata ini menyuguhkan pemandangan hutan mangrove yang asri dan sejuk.

Dengan pemandangan hutan mangrove yang hijau serta udara yang segar, wisata ini cocok untuk melepaskan penat.

Pengunjung bisa berfoto di tengah-tengah hutan mangrove yang asri ataupun dengan pemandangan laut yang tenang.

Di Ekowisata Mangrove Petengoran ini pengunjung bisa berkeliling dengan kapal di sekitar lokasi.

Baca juga: Dikelola Koperasi, Agrowisata BMJ Pringsewu Sukses Tarik Wisatawan

Untuk berkeliling menaiki kapal, pengunjung dikenakan biaya sekitar Rp 100 ribu per kapal dengan kapasitas 4-5 orang.

Sementara untuk masuk ke wisata dikenakan biaya Rp 15 ribu per orang.

Selain itu sebagai salah satu konservasi mangrove, wisata ini hadir untuk edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat hutan mangrove.

Menurut Toni pengelola Ekowisata Mangrove Petengoran, mangrove memiliki banyak manfaat salah satunya penyumbang oksigen terbanyak.

"Manfaat pohon mangrove ini sangat banyak, salah satunya penyumbang oksigen terbanyak," ungkapnya kepada Tribun Lampung Travel pada Kamis (19/08/2021).

Sehingga berada di lokasi tersebut, pengunjung bisa merasakan udara yang sangat sejuk.

Selain itu keberadaan hutan mangrove juga menjaga ekosistem antara darat, pantai, dan laut.

Hutan mangrove juga berfungsi untuk mencegah bencana alam yang berasal dari laut seperti abrasi dan banjir.

Sebelum menjadi ekowisata, lokasi ini dulunya merupakan tempat pelestarian dan konservasi mangrove.

Kemudian untuk menambah guna dan manfaat hutan mangrove, pada tahun 2018 pengelola membangun ekowisata mangrove tersebut.

Namun saat pembangunan terlah selesai, pandemi covid membuat wisata ini kurang bisa dinikmati.

Baru pada awal tahun 2021, wisata ini ramai diminati dan banyak diketahui oleh masyarakat. 

"Jadi sebenarnya konsepan wisata ini selesai pada tahun 2019, sudah siap untuk dikunjungi wisatawan. Tapi karena pandemi pengunjungnya tidak banyak dan ramai seperti sekarang," ungkap Toni lagi.

Dalam pengelolaannya, Ekowisata Mangrove Petengoran berusaha mempertahankan keadaan sesuai aslinya sehingga tidak merubah bentuk apapun.

Hanya ada penambahan fasilitas untuk mempermudah pengunjung menjangkau hutan mangrove, seperti pembuatan jembatan atau track. 

Wisata ini buka setiap hari dari jam 07.00 WIB sampai dengan 18.00 WIB.

Demikian informasi mengenai Ekowisata Mangrove Petengoran.

(Tribunlampungtravel.com/Elen Oktavia)

 

 

 

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved