Glamping Iglo hingga Deretan Vila di Lembah Durian Farm Stable Lampung

Lembah Durian Farm Stable memiliki tenda iglo yang terlihat berbentuk rumah tradisional suku Eskimo. Desain elegen desain interior hotel

Tribunlampungtravel.com / Agustina Suryati
Suasana di glamping dan vila Lembah Durian Farm Stable, Kedaung, Kota Bandar Lampung. 

Tribunlampungtravel.com, Bandar Lampung - Saat ini Lembah Durian Farm Stable memiliki spot foto, spot berkuda, cottage hingga tiga zona untuk camping dan glamping.

Glamping dan villa merupakan fasilitas andalan apabila pengunjung ingin berkemah di alam yang asri.

Berdasarkan penelusuran Tribunlampungtravel.com, glamping adalah spot paling baru di Lembah Durian Farm Stable.

Legowo, owner Lembah Durian Farm Stable, mengatakan spot glamping Lembah Durian Farm Stable ini baru ada pada Mei 2022.

"Tiga hari setelah lebaran baru ada glampingn ini," katanya.

Baca juga: Camilan Kampung hingga Minuman Stroberi di Oemah Papan

Baca juga: Ngopi Sambil Diskusi di Bangunan Bersejarah Oemah Papan

Zona glamping bisa ditemui pada zona tengah setelah arena berkuda.

Glamping di Lembah Durian Farm Stable menawarkan nuansa yang lebih estetik ketimbang zona lainnya.

Terlihat glamping milik Lembah Durian Farm Stable ini memiliki tampilan menyerupai taman.

Taman glamping nampak beralaskan rumput hijau.

Dihiasi dengan jajaran pepohonan durian berderet rapi.

Serta tiang oranye penyanggah lampu-lampu taman.

Tepat pada bagian tengah rumput tercipta jalan setapak.

Jalan tersebut disemen lurus memanjang sampai ke belakang.

Jalan setapak mengarah ke sebuah miniatur gapura candi berwarna hitam dengan lampu neon kuning menempel di bagian tepinya.

Gapura candi tersebut seolah jadi gerbang alam yang membingkai keindahan panorama lembah yang dipenuhi pohon hijau.

Spot candi biasanya gemar dipakai sebagai latar favorit swafoto pengunjung.

Candi tersebut juga memiliki fungsi lain yakni sebagai panggung hiburan.

"Sebenarnya candi ini buat panggung hiburan kalau setiap ada acara di sini. Biasanya setiap malam Minggu ada momen live music sembari menghibur rombongan pengunjung yang sedang camping," ujar Legowo.

Beberapa meja dan tempat duduk memanjang juga mengisi area taman.

Ada pula ruang untuk arena panahan, tempat bakaran barbeque, cottage, dan tenda glamping.

Saat dikunjungi, Lembah Durian Farm Stable memiliki satu tenda besar dan dua tenda berbentuk iglo.

Tenda iglo terlihat berbentuk rumah tradisional suku Eskimo.

Tenda tersebut nampak elegan dan ramah lingkungan.

Tenda iglo memiliki penutup bening seperti kaca.

Saat tirai di dalamnya terbuka, terlihat seluruh interior kamar ala hotel.

Di dalamnya terdapat kasur besar, lemari, kipas angin, karpet, bean bag, teko listrik plus kopi/teh, dan kamar mandi dalam.

Sementara untuk tenda glamping besar, dari depan bentuknya seperti rumah.

Bagian depannya terdapat teras dengan sofa santai berwarna cokelat untuk menikmati nuansa alam di luar.

Dekat dengan area glamping terdapat cottage yang menghadap ke arahnya.

Menurut Legowo, cottage tersebut baru selesai dibangun.

Cottage memiliki teras yang cukup luas, sehingga bisa digunakan untuk kumpul keluarga.

Kemudian bagian bawah Lembah Durian Farm Stable bisa ditemukan beberapa kolam kecil beserta vila mini.

Vila tersebut lebih dulu ada sebelum glamping dibangun.

Vila mini letaknya tepat di atas kolam.

Saat dikunjungi, Legowo menunjukkan salah satu vila dua lantai yang sedang dalam proses pembangunan.

"Vila ini nanti bentuknya jadi rumah kaca dan akan selesai secepatnya. Letaknya ada di atas sungai kecil. Nanti kalau airnya banyak akan lebih kelihatan bagus difoto jadi seperti mengapung di atas permukaan air," jelasnya.

Selain itu, tepat di samping vila juga didapati kolam dan jembatan melengkung di atasnya.

Sepanjang jalan yang melintasi deretan vila, dihiasi pula lampu-lampu gantung di atasnya.

Arena glamping dan vila Lembah Durian Farm Stable umum digunakan sebagai lahan untuk kegiatan gathering, reuni, arena fashion show, prewedding, hingga pesta pernikahan.

"Kalau untuk pesta pernikahan biasanya bisa muat 300 orang, parkir 65 mobil, dan kalau kemahnya muat sampai 300 tenda," katanya.

Lembah Durian Farm Stable mematok biaya standar untuk penginapan.

Tarif menginap di glamping mulai dari Rp 600 ribu untuk tenda dome iglo kapasitas tiga orang.

Kemudian Rp 1 juta untuk tenda family kapasitas 5 orang.

Sementara cottage berkisar Rp 3 juta untuk rombongan (non-private).

Biaya tersebut sudah termasuk dengan satu kali sarapan, parkir mobil, dan dua motor, serta musik/sound.

Khusus fasilitas berkuda dan barbeque berbayar.

Tarif ditentukan berdasarkan paket yang dipilih untuk 4 sampai 10 orang.

Mulai dari harga Rp 280 ribu sampai Rp 700 ribu.

( Tribunlampungtravel.com / Agustina Suryati )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved