Kisah Windu Wulansari, Rela Berhenti Jadi Guru untuk Jualan Kue

Siapa sangka, ternyata Windu sebelumnya berprofesi sebagai seorang guru di sebuah sekolah di Bandar Lampung.

Tribunlampung.co.id / Resky Mertarega Saputri
Windu Wulansari, owner Bibik Kuweh. 

Tribunlampungtravel.com, Bandar Lampung - Windu Wulansari merintis usaha kue dengan nama Bibik Kuweh sejak 2017.

Siapa sangka, ternyata Windu sebelumnya berprofesi sebagai seorang guru di sebuah sekolah di Bandar Lampung.

Wulan menceritakan, saat masih menjadi tenaga pengajar, ia kerap mendapatkan tugas membeli snack box ketika ada acara sekolah.

"Kebetulan saat masih bekerja, setiap kali ada acara di tempat bekerja, sering mendapatkan tugas mencari snack box," terang Windu, Senin (19/9/2022).

Ketika itu, kata Windu, kondisi ekonomi rumah tangganya bisa dibilang pas-pasan.

Baca juga: Restoran Sate Joglo Tresno, Serasa Makan di Keraton Yogyakarta

Demi menyongsong masa depan yang lebih baik, Wulan mengambil keputusan yang sangat berani.

Ia memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai guru.

Dari guru, Wulan banting setir dengan menggeluti usaha kue.

"Berawal dari memutuskan resign dari pekerjaan lama sebagai guru. Saat itu keadaan usaha suami juga sedang jatuh. Maka saya berpikir apa yang harus dilakukan agar tetep memiliki sumber income," ujarnya.

Pada awalnya Wulan berjualan kue risol mayo dan pisang cokelat di Pasar Gedong Tataan, Pesawaran.

Ia berdagang kue dengan mengemper dan membawa boks.

Baca juga: Sedapnya Sate Obong Waroeng Akamsi di Puncak Bukit Balau Bandar Lampung

Dalam sehari, ia mendapatkan keuntungan sekitar Rp 80 ribu. 

"Awal pertama kali jual itu risol sama piscok. Karena memang itu makanan yang bisa dibilang mudah cara membuatnya," ungkap Wulan.

Seiring berjalannya waktu, usaha Wulan semakin berkembang. 

Setelah lima tahun menggeluti usaha kue, kini ia bisa meraih omzet Rp 35 juta sebulan.

Bibik Kuweh adalah penyedia aneka kue jajanan pasar, kue kering dan aneka legit dengan harga murah.

Harga kue jajanan pasar di Bibik Kuweh mulai dari Rp 1.500 per buah.

Sedangkan kue tampah mulai dari Rp 50 ribuan.

"Aneka jajanan pasar yaitu nona manis, lapis sagu, risol, pastel, bolu pisang, putu ayu, lemper, bugis mandi, lapis singkong, talam ubi, surabi, putu mayang dan bolu gulung mini," ungkap Windu.

Adapun ukuran yang biasanya dijual yaitu mulai dari tampah kecil dengan harga Rp 50.000 berisi 12-20 biji, tampah sedang Rp 150.000 hingga tampah besar Rp 250.000.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved